Artikel
Muhammad Hanif Tasyah
Rabu. 8 November 2023, 22.50 WIB
Stres adalah perubahan reaksi tubuh ketika menghadapi ancaman, tekanan, atau situasi yang baru. Ketika menghadapi stres, tubuh akan melepaskan hormon adrenalin dan kortisol. Kondisi ini membuat detak jantung dan tekanan darah akan meningkat, pernapasan menjadi lebih cepat, serta otot menjadi tegang.
Dalam banyak kasus, stress bermula
dari stres yang tidak terkendali. Misalnya, merokok untuk menghilangkan stres, menyembuhkan stres dengan cara banyak makan, atau kebiasaan begadang yang rupanya dipicu lantaran stres yang membuatnya tidak bisa tidur. Setiap orang mungkin mempunyai ceritanya sendiri, sehinga kebiasaan yang terbentuk juga berbeda. Namun stres yang tidak di kelola memiliki kecendrungan yang sana, yakni menuju kebiasaan yang merugiakn.
Karena itulah, demi merawat kebiasaan baik yang sudah kita perjuangkan, kita mesti mengelola stres dengah benar, jangan menyepelekan stres lantaran setiap orang pernah mengalaminya. Bukankah setiap orang berbeda? Kita berbeda dengan orang lain, baik dari psikologis, sosial, kepribadian, dan latar belakang yang membangun ketahan diri.
Namun, menurut sebuah survei, ada empat pemicu yang paling umum memancing seseorang mengalami stres.
Pertama, tension. Seseorang mengalami stres akibat tekanan mental yang kuat atau kondisi yang menibulkan tegangan tinggi. Sebagai contoh, ketika Anda harus menghadapi atasan yang arogan setiap hari. Sikap atasan tersebut kerap menampar mental anda, menjadi tekanan yang tak terelakan. Karena itulah Anda mudah mengalami tres.
Kedua, konflik. Dalam hidup, kita kerap dihadapkan pada pilihan yang sulit, tetapi mau tidak mau kita ambil salah satu nya. Itulah konflik, pertentangan yang sulit di putuskan. Misalnya, ketika Anda diharuskan memilih salah satu dari dua hal yang sama beratnya, kondisi tersebut menimbulkan konflik dalam diri yang kemudian memunculkan stres.
Ketiga, frustrasi. Menurut KBBI, frustrasi dimaknai sebagai rasa kecewa akibat kegagalan dalan mengerjakan sesuatu atau ambisi tertentu, lihatlah bagaimana stres kerap hingga pada orang-orang yang gagal dalam berbisnis, bertanding, atau berharap sesuatu. Mereka frustrasi pada kegagalan yang mereka hadapi sehingga yang muncul kenudian adalah stres.
Keempat, krisis. Bila kita menghadapi kejadian mendadak yang tidak duga solusi untuk mengatasinya di luar kemampuan, aka terjadilah krisis. Anda menjadi stres lantaran krisis tersebut. Misalnya , krisis identitas yang terjadi pasca dirumahkan dari pekerjaan. Anda mungkin belum siap, sehingga prosesad adaptasi menjadi lebih berat. Maka kondisi ini akan mudah menghadirkan stres.
Lalu bagaimanalah cara mengelola stres, untuk merawat kebiasaan baik?
Cara mengelola stres, untuk merawat kebiasaan baik
1. Hindari pemicunya
Setelah mengetahui apa saja yang sering membuat anda stres, berusahalah untuk menghindari pemicunya, bila anda akan stres akan deadline, maka selesaikan pekerjaan sebelum mendekati tenggat waktu, dengan begitu, anda masih punya waktu untuk menarik napas dalam- dalam dan terbebas dari tekanan
2. Bercerita
Sesekali mengeluhkan masalah yang menimpa anda, bukan berarti anda lemah. Sebagai makhluk sosial, kita membutuhkan orang lain, termasuk salah mudah menentukan sikap, atau setidaknya dengan bercerita kita akan merasa tidak sendirian dan bisa membuat kita jauh lebih lega.
3. Mencari solusi tanpa menundanya
Bila pemicu stres sulit dihadapi, maka hadapi dengan cerdas, jangan tunda, dan segeralah mencari solusi. Masalah yang di biarkan berlarut larut hanya akan memperpanjang masa stres.
4. Istirahat yang cukup
Kelelahan dapat membuat tubuh tidak rileks. Kondisi demikian akan mudah memancing stres, karenanya, biarkan tubuh kita beristirahat, Jangan abaikan waktu istirahat hanya karena Anda merasa baik dan sehat.
5. Makan makanan yang bergizi
Kita butuh tubuh yang sehat, untuk terhindar dari stres, Coba bayangkan bila kita sakit dan itu menggangu aktivitas yang lain, maka bukan tak mungkin stres menguasai diri kita. Oleh karena itu Konsumsilah makanan yang sehat dengan gizi yang seimbang.
6. Melakukan aktivitas positif
Pemicu stres bisa kita hindari dengan cara melakukan aktifitas yang positif. Misalnya olahraga, mendengarkan musik, membaca buku, dan lain lain, di mana aktifitas tersebut bisa mebantu anda.

Komentar
Posting Komentar